Wajah pertanian di wilayah Kecamatan Brondong kini semakin bertransformasi ke arah yang lebih modern dan presisi. Langkah inspiratif ini kembali ditunjukkan oleh Desa Sendangharjo melalui unit usaha pertaniannya. Di tengah tantangan perubahan iklim, kehadiran teknologi rumah kaca (greenhouse) menjadi jawaban atas kebutuhan produksi pangan yang stabil dan berkualitas tinggi. Pada akhir Maret ini, semangat swadaya dan inovasi tersebut terpancar nyata dalam agenda penanaman kembali komoditas unggulan desa.
Kegiatan strategis ini telah dilaksanakan pada:
Hari / Tanggal: Jumat, 27 Maret 2026
Lokasi: Green House Multi Usaha Mandiri, Desa Sendangharjo
Peserta: Kepala Desa Sendangharjo bersama para pelaku usaha tani setempat.
Agenda utama kali ini adalah menanam kedua buah melon pada unit Green House Multi Usaha Mandiri. Keberhasilan mencapai siklus tanam kedua ini membuktikan bahwa manajemen pengelolaan pertanian di Desa Sendangharjo telah berjalan dengan matang. Penggunaan sistem greenhouse memberikan manfaat luar biasa bagi para petani, di antaranya perlindungan tanaman dari hama serta pengendalian suhu dan nutrisi yang lebih akurat. Hasilnya, buah melon yang dihasilkan memiliki standar kualitas premium, dengan tingkat kemanisan yang konsisten dan bentuk yang lebih sempurna dibandingkan dengan metode konvensional.
Kehadiran Pemerintah Desa Sendangharjo yang turun langsung mendampingi para pelaku usaha menunjukkan dukungan penuh pemerintah desa terhadap kemandirian ekonomi warganya. Bagi masyarakat luas, keberadaan unit usaha ini merupakan edukasi nyata bahwa keterbatasan lahan atau cuaca bukan lagi penghalang untuk meraih keuntungan maksimal di sektor agraria. Model pertanian seperti ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi desa-desa lain di Kecamatan Brondong untuk mengoptimalkan potensi tanah desa melalui sentuhan teknologi.
Mari kita berikan apresiasi dan dukungan atas kerja keras para penggerak ekonomi di Desa Sendangharjo. Dengan semangat "Multi Usaha Mandiri", diharapkan panen raya mendatang tidak hanya membawa keuntungan finansial bagi pengelola, tetapi juga mampu memenuhi kebutuhan buah berkualitas bagi masyarakat Lamongan. Sinergi antara kebijakan pemerintah desa dan kreativitas pelaku usaha adalah kunci utama menuju Kecamatan Brondong yang lebih mandiri dan berdaya saing di sektor agribisnis.
